Sejarah Perkembangan Sosiologi

0 Comments
Mengapa muncul suatu ilmu yang dinamakan sosiologi? Menurut Berger dan Berger pemikiran sosiologi berkembang manakala masyarakat menghadapi ancaman terhadap dal yang selama ini dianggap sebagai hal yang memang sudah seharusnya demikian, benar, nyata-menghadapi apa yang oleh Berger dan Berger disebut threats to the taken-for-granted world (lihat Berger dan Berger, 1981:30). Manakala hal yang selama ini menjadi pegangan manusia mengalami krisis, maka mulailah orang melakukan renungan sosiologis.
Para pemuka pemikiran sosiologis terdiri atas sejumlah tokoh klasik seperti Saint-Simon, Comte, Spencer, Durkheim, Weber, Marx, dan tokoh modern seperti Sorokin, Mead, cooley, simmel, Mead, Goffman, Homans, Thibaut dan Kelly, Blau , Parsons, merton, Mills,Dahrendorf, Coser, dan Collins
Antara pemikiran para perintis dan pemikiran para tokoh sosiologi masa kini terdapat suatu kesinambungan suatu benang merah. sebagian besar konsep dan teori sosiologi masa kini berakar pada sumbangan pikiran para tokoh klasik. Para ahli agaknya akan cenderung sepaham bahwa Auguste Comte, Herbert Spencer, Emile Durkheim, Karl Marx dan Max Webermerupakan perintis sosiologi.
Dalam sosiologi tokoh yang sering dianggap sebagai bapak sosiologi adalah Auguste Comte. Nama sosiologi merupakan hasil ciptaannya. Comte pun dianggap sebagai perintis positivisme. Sumbangan pikiran penting lain yang diberikan Comte ialah pembagian sosiologi ke dalam dua bagian besar : statika sosial (social statics) dan dinamika sosial (social dynamics)
Sumbangan utama Marx bagi sosiologi tertelak pada teorinya mengenai kelas. Menurut Marx perkembangan pembagian kerja dalam kapitalisme menumbuhkan dua kelas yang berbeda yaitu kaum bourgeuise dan kaum proletar.
Buku The Division of Labor in Society(1968) merupakan suatu upaya Durkheim umtuk memahami fungsi pembagian Kerja dalam masyarakat, serta untuk mengetahui faktor penyebabnya. Durkheim melihat bahwa setiap masyarakat manusia memerlukan solidaritas. Ia membedakan antara dua tipe utama solidaritas : solidaritas mekanik, dan solidaritas organik. Lambat laun pembagian kerja dalam masyarakat semakin berkembang sehingga solidaritas mekanik berubah menjadi solidaritas organik.
Dalam buku Rules Of Sociological Method 91965) Durkheim menawarkan definisinya mengenai sosiologi. Menurut Durkheim , bidang yang harus dipelajari sosiologi adalah fakta sosial.
Buku Suide (1968) merupakan upaya Durkheim untuk menerapkan metode yang telah di rintasnya untuk menjelaskan angka bunuh diri. Usaha untuk menjelaskan angka bunuh diri itu dilakukannya dengan mengumpulkan dan menganalisis data kuantitatif.
Weber merupakan seorang ilmuwan yang sangat produktif. Salah satu bukunya yang terkenal ialah The Protestant Ethic and the Spirit Of Cpitalism. Dalam buku ini ia mengemukakan tesisnya yang terkenal mengenai keterkaitan antara Etika Protestan dengan munculnya Kapitalisme di Eropa Barat.
Sumbangan Weber yang tidak kalah penting nya ialah kajiannya mengenai konsep dasar dalam sosiologi. Dalam uraiannya Weber menyebutkan pula bahwa sosiologi ialah ilmu yang berupaya memahami tindakan sosial.
Sumber : Kamanto Sunarto. Pengantar Sosiologi. 2004.Lembaga Penerbit Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia.Jakarta
Iklan


You may also like

Tidak ada komentar: